Senin, 04 Maret 2013
Satu Mimpi Satu Barisan
Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah
Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang
Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak
Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam
Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi
Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang
Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan
Minggu, 24 Februari 2013
Teruntuk Pribadi-Pribadi yang Istimewa
Kupandang rautmu yg berubah-ubah
Kadang kemilau diantara langitmu
Tiba-tiba berarak gundah awanmu
Dan kemudian pelangimu mempesonakanku
Kusimak alunanmu yg tak berbatas
Satu saat lembut mengalir menentramkan
Lalu memilih berteriak memekakan
Akhirnya harmoni memutuskan tuk menghampiri
Melelapkanku ke alam mimpi
Kucoba selami dunia lewat matamu
Terkadang toleran dan begitu perhatian
Di lain saat berontak dan berani
Seperti jiwa-jiwa yg bebas dan berapi-api
Kurasakan lebih indah ketika kau indah
Kutelan lebih pilu saat kau pilu
Bahkan ketika aku atau kamu menahan marah
Mungkin kelak kau bisa pahami
Kala tawamu membuncah,
ingatlah...kau mampu mengenggam dunia.
Saat kecewa meradang,
ketahuilah...kau bisa begitu menyilaukan.
Kan kuukir sebuah mahligai,
yg bercerita tentang kisah dan mimpimu.
Kupatri bertatahkan gemintang,
tentang hidup dan semangatmu.
Sumber : http://adrifha.blogspot.com/2013/02/teruntuk-pribadi-pribadi-yang-istimewa.html
10 Keutamaan dan Manfaat Sedekah
Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukrela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela).
Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya:
''Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.'' (QS An Nisaa [4]: 114).
Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari).
1. Amalan yang Utama
Rasulullah SAW telah bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan diatas adalah yg memberi dan tangan di bawah adalah yang menerima”(HR. Muslim)
Umar Bin Khathtab pernah berkata:
“Sesungguhnya amalan-amalan itu saling membanggakan diri satu sama lain, maka sedekahpun berkata (kepada amalan- amalan lainnya),’Akulah yang paling utama diantara kalian’
2. Melindungi Dari Bencana
Rasulullah SAW pernah bersabda seperti dibawah ini:
“Obatilah orang sakit diantara kalian dg sedekah”
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan:
“Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yg menakjubkan utk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”
3. Berlipat Ganda Pahalanya
Allah SWT telah berfirman:
“Perumpamaan (infak yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menginfakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiapbulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqarah:261)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa bersedekah senilai satu biji kurma yg berasal dari mata pencaharian yg baik—dan Allah tidak akan menerima kecuali yg baik—maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dg tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung”
4. Dapat Menghapus Dosa dan Kesalahan
Rasul SAW bersabda:
“Bersedekahlah kalian, meski hanya dg sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”
Beliau juga menasehatkan kepada para pedagang:
“Wahai sekalian pedagang,sesungguhnya setan dan dosa menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian dengan sedekah.”
5. Menjadikan Harta Berkah dan Terus Berkembang
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah,’Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rejeki bagi siapa yg dikehendaki diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yg dikehendaki-Nya).
Dan apa yg kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya.(QS.Saba’:39)
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan dari seorang diantara kalian, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar seperti bukit Uhud”
6. Melapangkan Jalan ke Surga dan Menyumbat Jalan ke Neraka
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan utk orang-orang yg bertakwa. (Yaitu) orang-orang yg menginfakkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dam memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yg berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)
Rasulullah SAW bersabda:
“Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walau hanya dg separuh butir kurma.”
7. Menjadi Bukti Keimanan
Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda:
“Sedekah adalah menjadi burhan(bukti).” (HR.Muslim)
Maksudnya, sedekah adalah bukti keimanan pelakunya.Sesungguhnya orang munafik menolak keberadaan sedekah karena tidak meyakininya. Barangsiapa yg mau bersedekah, maka hal itu menunjukkan kebenaraan imannya.
Rasul SAW juga bersabda:
“Sifat iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.”
8. Membawa Keberuntungan dan Merupakan Pintu Gerbang Semua Kebaikan
Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yg beruntung.”
(QS. Al Hasyr:9)
Dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yg kamu cintai, dan apa saja yg kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”( QS.Ali Imran:92)
9. Akan Mendapat Naungan di Padang Mahsyar
Sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam perjalanan menuju alam akhirat, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada dibawah naungan sedekahnya, hingga diputuskannya perkara-perkara diantara manusia”
Didalam hadits lain Beliau juga bersabda:
“Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya”(Shahih Ibnu Khuzaimah 4/95)
10. Pahalanya Akan Mengalir Terus Walaupun Telah Mati
Rasul SAW bersabda:
“Pahala amalan dan kebaikan yg bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya—Beliau menyebutkan diantaranya--,(yakni)musyaf yg ia tinggalkan,masjid yg ia bangun,rumah untuk orang yg dalam perjalanan yg ia bangun, sungai yg ia alirkan, atau sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”
Sumber : http://adrifha.blogspot.com/2013/02/10-keutamaan-dan-manfaar-sedekah.html
Kamis, 21 Februari 2013
Inilah 5 Keutamaan Sedekah
Oleh: Prof Dr KH Achmad Satori Ismail
Sedekah memiliki sejumlah keutamaan dan keistimewaan. Dalam surah at-Taubah ([9]: 103), sedekah bertujuan untuk menyucikan harta dan diri muzaki agar menjadi penenteram batin mereka. Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menyatakan, sedekah itu merupakan bukti keimanan seseorang dan mereka yang bersedekah akan memperoleh pahala yang besar di sisi Allah SWT (HR al-Baihaqi).
Di antara keutamaan sedekah, antara lain, pertama, orang bersedekah berhak mendapat rahmat Allah (QS al-A’raf [7]: 56). Sedekah akan menjadi naungan di akhirat saat tidak ada naungan, kecuali naungan Allah. “Sesungguhnya, sedekah itu memadamkan panasnya kubur dan hanyalah seorang Mukmin yang mendapatkan naungan pada hari kiamat nanti dengan sedekahnya.” (HR Thabrani dan Baihaqi).
Kedua, sedekah memadamkan murka Ilahi. “Sedekah rahasia (tersembunyi) itu memadamkan amarah Ilahi.” (HR Thabrani dan Ibnu Asakir). Ketiga, sedekah menolak mati dalam keadaan suul khatimah (akhir yang buruk). “Akhlak buruk adalah kejelekan, kuat ingatan adalah mengembangkan, dan sedekah menolak mati suul khatimah.” (HR al- Baihaqi).
Keempat, sedekah menjadi sebab disembuhkannya penyakit. “Obatilah orang-orang sakit dengan sedekah, bentengilah hartamu dengan zakat, dan sesungguhnya zakat itu menolak peristiwa mengerikan dan penyakit.” (HR Ad-Dailami dari Ibnu Umar).
Kelima, sedekah itu akan mendapatkan keberkahan dalam hidup dan tambahan rezeki, “Barang siapa menafkahkan hartanya maka akan diberi keberkahan darinya.” Dalam hadis lain disebutkan, “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta dan tidaklah pemberian maaf itu kecuali ditambah kemuliaan oleh Allah dan tidaklah seseorang tawadhu karena Allah, kecuali Dia akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim).
Ramadhan adalah bulan termulia dan utama. Karena itu, bersedekah di bulan ini akan makin berlipat pahala dan keutamaannya. “Sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR At-Turmudzi dari Anas).
Di antara keutamaan sedekah pada Ramadhan, antara lain, pertama, Allah SWT menebar rahmat dan ampunan-Nya untuk hamba-hamba-Nya. Barang siapa yang dermawan pada fakir miskin maka Allah akan membalasnya dengan kedermawanan-Nya.
Kedua, berkumpulnya puasa dan sedekah akan memperoleh balasan surga. “Sesungguhnya, di surga terdapat ruangan-ruangan yang di dalamnya bisa dilihat dari luar dan luarnya bisa dilihat dari dalam. Ditanyakan kepada beliau, untuk siapakah ruangan-ruangan itu? Rasulullah menjawab, ‘Ruangan itu diperuntukkan bagi orang yang bicaranya baik, memberi makanan, selalu berpuasa, dan shalat malam saat orang-orang tertidur.’” (HR Ibnu Khuzaimah).
Ketiga, puasa dan sedekah adalah ibadah yang paling hebat dalam menghapuskan dosa dan menjauhkan kita dari neraka. “Sedekah itu menghapuskan dosa seperti air memadamkan api.” (HR At-Tirmidzi). Sedangkan, puasa membersihkan dosa dan membakarnya. Keempat, sedekah menambah solidaritas sosial antara anggota masyarakat.
Demikian hebatnya keutamaan Ramadhan. Sudah seharusnya kita mempergunakan momentum mulia ini untuk meningkatkan kepedulian kita kepada fakir miskin dan orang-orang tertindas.
Sumber : http://adrifha.blogspot.com/2013/02/inilah-5-keutamaan-sedekah-hrefhttp2.html
Sabtu, 16 Februari 2013
GALAU HUTANKU
Oleh Pravangasta Galuh
Indah permai hijau pepohonan
Yang merupakan paru-paru duniaku
Dengan keanekaragaman hayatinya
Dengan keindahan hijaunya
Dan dengan sebaris haluan cerita padanya
Dunia reka ikut menghiasi
Dalam rindangnya pohon-pohon mu
Membentang memori tentang episode
Kesejukan yang menjelma halus
Kini...
Tak lagi ku lihat keindahannya
Menebang pohon menbudaya
Di pelupuk mata
Gedung-gedung pencakar langit mendunia
Dengan api yang berkobar dimana-mana
Asap menjadi berita dunia
Tanah tandus dan gersang
Panas menyengat sampai ke tulang
Remaja bangsaku
Pulangkanlah lingkungan hijaumu
Seperti yang dulu
Akankah hari esok dihiasi dengan hutan
Dengan beningnya embun pagi
Dengan cerahnya senyum mentari pagi
Dalam keikhlasan ridho ilahi
Aku anak manusia
Kelahiran zaman millenia
Tak tahu bentuknya paru-paru dunia
Tuhan maha kaya
Ciptakan hutan begitu lebatnya
Kini tak tahu entah dimana
Wahai handai taulan
Mari kita sadarkan
Gerakkan penghijauan kita galakkan
Agar tercipta suasana nyaman
Hai teman dan kawan
Perjalanan masih panjang
Jangan kita tergadaikan
Penghijauan jadikanlah kebudayaan
Jaga dan lestarikanlah hutanmu
Agar terhindar dari malapetaka
Yang akan mengoyak bumi tercinta
Juga efek dari rumah kaca
Yang menyebabkan dampak pemanasan global
Indah permai hijau pepohonan
Yang merupakan paru-paru duniaku
Dengan keanekaragaman hayatinya
Dengan keindahan hijaunya
Dan dengan sebaris haluan cerita padanya
Dunia reka ikut menghiasi
Dalam rindangnya pohon-pohon mu
Membentang memori tentang episode
Kesejukan yang menjelma halus
Kini...
Tak lagi ku lihat keindahannya
Menebang pohon menbudaya
Di pelupuk mata
Gedung-gedung pencakar langit mendunia
Dengan api yang berkobar dimana-mana
Asap menjadi berita dunia
Tanah tandus dan gersang
Panas menyengat sampai ke tulang
Remaja bangsaku
Pulangkanlah lingkungan hijaumu
Seperti yang dulu
Akankah hari esok dihiasi dengan hutan
Dengan beningnya embun pagi
Dengan cerahnya senyum mentari pagi
Dalam keikhlasan ridho ilahi
Aku anak manusia
Kelahiran zaman millenia
Tak tahu bentuknya paru-paru dunia
Tuhan maha kaya
Ciptakan hutan begitu lebatnya
Kini tak tahu entah dimana
Wahai handai taulan
Mari kita sadarkan
Gerakkan penghijauan kita galakkan
Agar tercipta suasana nyaman
Hai teman dan kawan
Perjalanan masih panjang
Jangan kita tergadaikan
Penghijauan jadikanlah kebudayaan
Jaga dan lestarikanlah hutanmu
Agar terhindar dari malapetaka
Yang akan mengoyak bumi tercinta
Juga efek dari rumah kaca
Yang menyebabkan dampak pemanasan global
Jumat, 28 Desember 2012
Tatacara Pelaksanaan Shalat Taubat dan Ketentuannya
Tatacara Pelaksanaan Shalat Taubat dan Ketentuannya
Oleh: Badrul
Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta
alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya serta umatnya yang berpegang
teguh kepada sunnah-sunnahnya hingga akhir zaman.
Tetap terbukanya pintu taubat merupakan bagian dari
rahmat Allah Ta'ala kepada umat ini. Taubat masih tetap berlaku sebelum nyawa
sampai dikerongkongan dan matahari terbit dari barat. Kesempurnaan anugerah ini
berlanjut dengan mensyariatkan kepada mereka ibadah paling mulia (yakni shalat
taubat) untuk dijadikan sebagai sarana oleh muznid (orang yang bertaubat) agar
diterima taubatnya.
Disyari'atkan Shalat Taubat
Para ulama bersepakat tentang disyari'atkannya shalat
taubat.
Diriwayatkan dari Abu Bakar al-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu, ia
berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ
، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا
غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
"Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa,
lalu ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian
memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya."
Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam
membaca:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا
أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ
الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
"Dan (juga) orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan
Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat
mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan
kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [QS. Ali Imran: 1365]." (HR.
Abu Dawud no. 1521. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)
Penulis Shahih Fiqih Sunnah dalam megomentari hadits
di atas mengatakan, "Dalam sanadnya terdapat kelemahan, hanya saja ayat
tersebut menguatkan maknanya. Di samping itu, hadits ini juga dishahihkan oleh
sebagian ulama." (Shahih Fiqih Sunnah: 2/95)
Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya, dari Abu
Darda' Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda: "Siapa yang berwudhu dan memperbagus
wudhunya, lalu berdiri shalat dua rakaat atau empat (salah seorang perawi
ragu), ia memperbagus dzikir dan khusyu' dalam shalatnya, kemudian beristighfar
(meminta ampun) kepada Allah 'Azza wa Jalla , pasti Allah
megampuninya." (Para pentahqiq al-Musnad mengatakan: Isnadnya hasan.
Syaikh Al-Albani menyebutkannya dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, no.
3398).
Sebab Dikerjakannya Shalat Taubat
Shalat taubat dikerjakan saat seorang muslim
terjerumus ke dalam kemakasiatan, baik maksiat dosa besar atau kecil. Maka ia
wajib bersegera taubat dan disunnahkan baginya untuk mengerjakan shalat dua
rakaat. Dua rakaat ini termasuk bagian dari amal shalih yang disunnahkan untuk
dikerjakan dalam masa taubat. Ia sebagai wasilah (perantara) kepada Allah untuk
mendapatkan taubat dari-Nya dan ampunan atas dosanya.
Waktu Shalat Taubat
Disunnahkan mengerjakan shalat taubat ini saat seorang
muslim bertekad untuk bertaubat dari sebuah dosa yang telah diterjangnya, baik
taubat ini segera dikerjakan selepas ia melakukan maksiat itu atau
mengakhirkannya. Yang wajib atas seorang yang berdosa agar segera bertaubat.
Tapi kalau ia mengakhirkannya/menundanya maka tetap diterima. Karena taubat
bisa diterima selama belum datang satu dari dua kondisi berikut ini:
1. Apabila ruh belum sampai ke kerongkongan. Yakni ia
yakin akan segera mati sehingga tidak punya pilihan lain kecuali itu, seperti
Fir'aun, dikisahkan dalam QS. Yunus: 91-92.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ
يُغَرْغِرْ
"Sesungguhnya Allah tetap menerima taubat
seorang hamba selama ruh (nyawa)nya belum di tenggorokan." (HR.
Al-Tirmidzi, hadits hasan)
2. Apabila matahari terbit dari barat, karena Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ
مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
"Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari
terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya." (HR. Muslim,
no. 2703)
Shalat taubat ini disyariatkan dalam semua waktu,
sampai pada waktu terlarang seperti sesudah shalat 'Ashar. Sebabnya, karena ia
termasuk jenis shalat yang memiliki sebab. Maka disyariatkan dan boleh langsung
dikerjakan saat datang sebabnya.
Syikhul Islam rahimahullah berkata,
وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ
فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ
رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ
"Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat
yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun
waktu terlarang untuk shalat), jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu
wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan
shalat dua raka’at. Kemudian ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits
Abu Bakar Al-Shiddiq.” (Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah: 23/215)
Sifat Shalat Taubat
Shalat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat.
Dikerjakan sendirian, karena ia termasuk nawafil yang tidak disyariatkan
secara berjamaah. Dan disunnahkan untuk beristighfar sesudah selesai
mengerjakannya, sebagaimana yang terdapat dalam hadits Abu Bakar al-Shiddiq Radhiyallahu
'Anhu di atas.
Tidak ditemukan tuntutan dari sunnah Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam yang menetapkan bacaan tertentu pada dua rakaat tadi. Maka
orang yang mengerjakan shalat taubat membaca surat yang dia kehendaki. Selain
itu, juga disunnahkan baginya untuk memperbanyak amal shalih lainnya. Ini
didasarkan kepada firman Allah Ta'ala:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ
صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi
orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang
benar." (QS. Thaahaa: 82)
Di antara amal-amal utama yang bisa dikerjakan oleh
orang yang bertaubat: shadaqah, karena shadaqah termasuk sebab besar yang
menghapuskan dosa.
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ
تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ
مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu
adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada
orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan
menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa
yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 271)
Terdapat penguat dari kisah Ka'ab bin Malik Radhiyallahu
'Anhu, saat Allah menerima taubatnya, ia berkata: "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya dengan sebab (diterima) taubatku, saya akan mensedekahkan semua
hartaku kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda, "tahanlah sebagian hartamu, maka itu lebih baik bagimu." Ia
menjawab, "Aku tahan sahamku yang ada di Khaibar." (Muttafaq 'Alaih)
Kesimpulan:
- Shalat taubat memiliki landasan shahih dari sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
- Shalat taubat disyariatkan saat seorang muslim bertaubat dari dosa besar maupun kecil. Tidak dibedakan, baik dosa itu baru saja dikerjakan atau sudah lama.
- Shalat taubat bisa dikerjakan pada semua waktu, sampai pada waktu yang terlarang mengerjakan shalat sunnah.
- Selain mengerjakan shalat taubat, orang yang bertaubat juga dianjurkan mengerjakan amal-amal kebajikan, seperti shadaqah dan selainnya. [PurWD/voa-islam.com]
contoh-contoh perilaku taubat dan roja
contoh-contoh perilaku taubat dan roja
Contoh Perilaku Taubat
- Membaca ISTIGFAR
- Melaksanakan shalat Sunnat Taubat
- Meminta maaf (bila dosa nya terhadapsesama manusia)
- Berjanji tidak akan melakukan perbuatan dosa lagi
Contoh Perilaku Roja'
- Selalu memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah dilakukan
- Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah
- Bersikap optimis,dinamis dan selalu berfikir kritis.
Pembiasaan Taubat dan Roja' dalam Kehidupan Sehari-hari
- Biasakan agar selalu berstighfar sehabis sholat lima waktu
- Meminta maaf apabila punyai kesalahan kepada orang lain
- Bersikap optimis, dinamis, selalu berpikir kritis,bekerja keras dan tidak mudah menyerah
Contoh Perilaku Taubat
- Membaca ISTIGFAR
- Melaksanakan shalat Sunnat Taubat
- Meminta maaf (bila dosa nya terhadapsesama manusia)
- Berjanji tidak akan melakukan perbuatan dosa lagi
Contoh Perilaku Roja'
- Selalu memohon ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah dilakukan
- Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah
- Bersikap optimis,dinamis dan selalu berfikir kritis.
Pembiasaan Taubat dan Roja' dalam Kehidupan Sehari-hari
- Biasakan agar selalu berstighfar sehabis sholat lima waktu
- Meminta maaf apabila punyai kesalahan kepada orang lain
- Bersikap optimis, dinamis, selalu berpikir kritis,bekerja keras dan tidak mudah menyerah
Langganan:
Postingan (Atom)




